Hai Blogger(: Mau bagi bagi pengalaman nih buat kalian, sebenernya ini tugas kewirausahaan disekolah aku. yah sekolah di menengah kejuruan memang menuntut kita untuk tidak hanya pintar dibidang formal aja tapi juga aktif pengamati peluang usaha agar kita siap untuk terjun ke dunia kerja :) so? ini salah satu observasi saya.
Tempe adalah makanan yang terbuat dari biji-bijian, bungkil dan ampas-ampas tertentu yang diolah dengan cara fermentasi dengan menggunakan ragi tempe sehingga tumbuh jamur kapang yang akhirnya membentuk tempe. Saat ini tempe
menjadi lauk pauk yang populer, murah dan gurih serta kaya gizi sehingga
banyak disukai. Hingga di belahan dunia manapun namanya tetap tempe
atau tempeh.
Saya mengunjungi sebuah usaha rumahan yang memproduksi tempe, dan saya bertemu dengan pemniliknya bernama Ibu Uswatun Hasanah, beliau mengaku sudah menjalani usahanya selama 10 tahun. Alamat usaha beliau di jl. Tipar Selatan Rt 01/05 jakarta-Utara.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk proses pembuatan tempe sangatlah sederhana. Yaitu kacang kedelai dan ragi tempe. serta bahan pelengkap lainnya seperti : plastik dan daun pisang.
Bu Uswatun hasanah yang akrab dipanggil Bu anah dapat memproduksi kacang kedelei 40kg dalam sehari.
Harga kacang kedelei /kilo = Rp. 8.500
Jadi dalam sehari Bu anah mengeluarkan bagdet untuk kacang kedelei sebesar 40kg X Rp8.500 = Rp.340.000
Selain kacang Kedelei Bu ana membeli 1 bungkus Ragi tempe seharga Rp.15.000 dan daun pisang+plastik seharga Rp.20.000
Kedelei = Rp.340.000
Ragi Tempe = Rp.15.000
Daun pisang + plastik = Rp.20.000
-------------------------------------------------
TOTAL MODAL = Rp. 375.000
PROSES PEMBUATAN
Pertama tama , Kacang kedelei di rebus selama kurang lebih 2 jam, proses ini berguna untuk melunakan tekstur kacang kedelei agar mudah dihancurkan pada proses penggilingan.
Yang kedua, Kedelei yang sudah direbus di cuci dan direndam selama 1 hari 1 malam.
Proses ketika yaitu proses penggilingan tempe, didalam penggilingan ada yang menggunakan mesin penggiling, ada juga yang menggunakan cara tradisional
Setelah proses penggilingan, Kedelei diayak (dipisahkan dari kulitnya) dan dicampurkan ragi tempe hingga merata, lalu ditiriskan.
Tempe yang sudah ditiriskan lalu dicetak dan didiamkan selama 2 hari 2 malam.
Proses terakhir adalah pengemasan tempe :)
Tempe siap dipasarkaaaann
Bu anah memasarkan Produksi tempenya ke sebuah pasar di daerah Kelapa Gading jakarta Utara dengan harga satuan Rp.6000
Dalam sehari Bu anah mampu mengantongkan uang Rp.600.000 dari hasil penjualan tempe.
Dipotong modal sebesar Rp. 375.000 dan upah tenaga kerja sebesar Rp.70.000 (2 karyawan).
Keuntungan Kotor = Rp.600.000
Modal = - Rp.375.000
Upah Tenaga Kerja = - Rp.70.000
-----------------------------------------------
Keuntungan Bersih / hari = Rp.150.5000
Demikian observasi dari saya, semoga bermanfaat. Follow me @stftmhh on twitter https://twitter.com/stftmhh