Minggu, 26 Juni 2022

Selama Manusia Hidup, Selama itu Ia di Uji

Dua puluh lima tahun akan aku pijak dalam beberapa hari lagi. Nampaknya itu adalah waktu yang sangat lama jika dilihat dari pencapaian yang hampir tidak ada

Setengah perjalanan hidupku , aku lewati dengan penuh semangat dan ambisi, semangat untuk berpijak pada apa apa yang ingin aku pelajari, ambisi untuk meraih pada apa yang ingin aku genggam.

Setengahnya lagi, aku lalui dengan penuh darah dan air mata. Bahkan, sampai hari ini. Kadang aku bertanya , " kapan masa ini terlewati?" Diumur berapa aku bisa bernapas tanpa takut apa yang akan terjadi. 

Aku lupa, sebelum kita mati, kita selalu diuji

__

Alarm pagiku hanya membangunkan raga untuk beraktivitas sebagaimana biasa, seperti orang lain pada umumnya, yang terlihat baik baik saja namun hancur di kepala

Alarm tidak berlaku untuk membangunkan batinku , seberapa jauh aku melangkah , iya tetap berputar di tempat yang sama.

Sialnya, tempat itu adalah problematika, tempat dimana aku dituntut untuk menjadi dewasa, menurunkan ego , mengurangi tingkat ambisi, dan menyelesaikan segala hal yang tidak pernah aku mulai.

__

Aku pernah membenci posisiku,

Disaat yang lain sedang berjuang membahagiakan diri, aku masih ada pada posisi menghapus air mataku sendiri.

Disaat yang lain sedang berjuang untuk mendapatkan, aku masih berjuang untuk menyelesaikan

Disaat yang lain sedang berencana kedepan, aku masih berkutat dengan penjelasan penjelasan masa lampau.

__