Senin, 24 Agustus 2015

PRODUK LIMBAH

Hai Readersss yang setiap weekend bingung mau ngapain karena ngga ada yang ngajak jalan.. aku mau ngasih tips nih, buat kalian yang lagi senggang buat bikin sesuatu yang menarik dan berdaya jual, dan yang paling penting dengan modal yang relatif kecil

kali ini aku mau share kegiatan senggang aku, bikin pengait Gordeng dari limpah kaset.

bahan yang diperlukan yaitu   :

-Kaset bekas 2 buah
- Sumpit 2 Buah
- Pita
- Hiasan
-Lem Uhu + Korea
- Gunting

langkah  :


siapkan bahan, lalu potong kaset dan sisakan 1-2cm melingkar pada pinggiran kaset



lalu, lilitkan pita pada kaset hingga menutupi bagian permukaan kaset dengan menggunakan lem


lilit pula pita pada bagian sumpit dan beri hiasan pada ujung sumpit

lalu hias pula pada bagtian kaset. Pengait Gordeng Siap dipasang~
jika readers ingin membuat pengait ini bernilai jual, dapat dipasarkan dan dikemas semenarik mungkin




sekian berbagi pengalamannyaa, selamat ,mencoba readerss :)


Rabu, 19 Agustus 2015

Hidup

Jakarta..

Kota yang selalu menjadi impian masyarakat rantau, dengan segala keberanian, mereka menuju jakarta untuk mencari penghasilan. Berbagai provesi mereka jalani, mulai dari berdagang,buruh,sampai ada pula yang menjadi pengamen jalanan.

Pandangan hidup untuk sebagian org di indonesia, berada atau tinggal dijakarta adalah sesuatu yang mewah, tanpa melihat latar belakang provesi.

Kita hidup dizaman orang yang serba berlebihan namun serba kekurangan, kita hidup dizaman org yang hidup sederhana namun selalu bahagia.

aku seorang pelajar, yang masih berusaha untuk menjadi terpelajar.

Setiap hari aku melewati terminal , banyak sekali cerita yang bisa diangkat dari tempat itu, namun aku tertarik pada satu hal, seseorang yang berprovesi sebagai tukang ojek.

pernah terfikir apa yang dilakukan dari profesi tersebut?
Berlari lari menuju sebuah bus yang masuk ke arah terminal guna mendapatkan penumpang, menunggu ditengah antrian pengojek lain tanpa tau kapan mendapat giliran mengantar penumpang,Menghampiri satu persatu orang, menawarkan jasa tumpangannya meskipum tak selalu dibutuhkan.

Ditengah kemacetan jakarta , provesi tersebut sangat berperan penting dengan alasan lebih cepat untuk menempuh perjalanan. Waktu memang hal terpenting bagi setiap orang

pengorbanan yang tak terlihat namun sangat luar biasa bagiku, tertabrak seorang pengojek yang terburuburu berlari kearah bus untuk menawarkan jasa nya.

aku yakin semua itu dilakukan untuk menghidupkan keluarganya, seorang ayah yang selalu ingin memberikan yang terbaik disetiap perjalanan hidup yang dijalaninnya, dari setiap provesi, pekerjaan, bagaimana pun beratnya, apapun resikonya, ayah tetap menjalaninya


Begitu berartinya uang yang mungkin dianggap sepele untuk seorang pelajar, dan seharusnya meskipun kita tak pernah merasakan beratnya pengorbanan , mungkin kita bisa memulai untuk menghargai pengorbanan itu sendiri.




Senin, 03 Agustus 2015

UNKNOWN

Pagi readersss..
Sekarang bukan mau ngepost apa apa,cuma mau curhat.

kemarin, aku diamanahkan untuk mengikuti sebuah ajang seleksi untuk acara tertentu. Tanpa persiapan apapun aku mengikuti seleksi tersebut.

singkat cerita aku lolos dalam seleksi tersebut, tak hanya sampai disini, aku harus mengikuti seleksi lanjut di tingkat DKI.

dengan hanya mengandalkan surat tugas aku menuju tempat dimana selekSi DKI dilaksanakan. Katanya tempat tersebut dekat dengan HI. Lalu tanpa berfikir panjang aku menuju HI , berjalan dengan menggunakan pantopel ditengah banyak orang yg sedang CFD itu bukan hal yang menyenangkan-_-

ternyata, tempat itu jauhhhhh dari bundaran HI, sekitar 1km lebih aku berjalan menggunakan pantopel karena tak ada angkot,bajaj,ataupun gojek,halah-_-

Seleksi dimulai jam 9, dan aku sampai pada tempat tersebut sekitar jam 9.15 , aku segera menghampiri panitia untuk absen, dannn kalian tau readerss, aku tidak diperbolehkan absen dan mengikuti seleksiiiii. Aarrggghhh


panitianya menjelaskan bahwa pada tingkat DKI mereka hanya menerima 2 terbaik dari masing masing wilayah. Karena 2orang temanku dari jakarta utara sudah absen terlebih dahulu, akhirnya aku tidak diperbolehkan untuk absen dan mengikuti seleksi


dengan tegas aku membela diri , tak ada penilaian bahwa aku yg terburuk dari kedua temanku di utara. Hanya karena mereka absen terlebih dahulu mereka bisa mengikuti seleksi

akhirnya, aku menelpon panitia yang menyeleksi ku di jakarta utara, meminta pertanggungjawaban atas apa yg tengah terjadi , ceileh-_-

Namun, panitia tingkat DKI tak merubah keputusannya, ia hanya memberikan aku peluang mengikuti seleksi jika ada siswa dari daerah lain yang mengikuti seleksi tidak hadir dalam seleksi tersebut. Kesell-_-


Berkali kali aku menelpon dan memnita bantuan, setidaknya untuk diberikan kesempatan. Finally aku diberikan peluang karena ada siswa yg tidak hadir. Haftt-___-


sampailah saat performance, aku berada diurutan paling akhir, juri yang menyeleksi adalah org yang sama yang mengekangku untuk tak mengikuti seleksi. Sampailah pada nomor urutku. Aku maju dengan percaya diri.

tapii... ketika aku mulai mengucap salam dan membacakan narasi, juri yg menilaiku keluar dari tempat ia duduk dan berhenti menilai. Aku terus melanjutkan.. dan juri itupun memasuki ruangan dan melihatku ketika aku selesai membacakan narasi tersebut.


Sungguh hal yang menjengkelkan, bukan karena aku tidak dinilai, namun karena sikap beliau yang kurang menghargai seseorang. Dan lucunya, beliau lupa kalau aku pernah menjadi anak didiknya.