Senin, 17 Juni 2013

Semua Berhak menjelaskan

Mau ngepost cerpen lagi nih
daripada liburan stay alone dirumah, entah mau ngapain mending baca cerpen gue inii wkwk
ceritanyaa tentang keluargaa, dan gue jadiin singkat biar langsung ketemu intinyaa. soo?? tunggu apa?? yuuuukk ikutin ceritanyaa. semoga suka(:

 
disaat Mama dara menyibukan wktu di dapur Dita duduk Di sofa kesayangannya, Ia memandang album foto dengan tatapan kosong
" Litaa, yuk kita makan dulu. Mama udah siapin udang goreng tepung kesukaanmu." Lita mengalihkan ajakan mamanya "apa gak ada 1 pun poto papah? aku udah besar mah, aku harus tau siapa papah ku! kenapa mama diem ? aku gamau gini terus mah, aku mau cari papah !!!! maaah? dengerin aku!" ajakan makan Dara sepertinya hancur saat Lita melontarkan pertanyaan, Dara hanya diam dan berjalan menuju kamarnyaa. "Terserah kalo mamah gamau ngasih tau aku Dimana papah, Bahkan Namanya pun mamah gak ngasih tau aku, aku akan tetep cari papah" tak sadar air mata Dara keluar dengan sendirinyaa.

 "Lit ? ke kantin yoo?? udah gausah kekelas, Bu Tini kan cuti dan belom ada guru penggantinyaa, jadi jam matematika kali ini free" ajakan Hery dijawab hanya dengan senyuman kecil.
Di bangku samping Lita dan Hery duduk ditemani 2 gelas jus dan makanan kecil. tempat ini memang tempat favorit mereka, karena dari sini , mereka bisa liat seluruh keadaan kantin, dan bangku ini dapet nilai plus karena letaknya didekat kolam ikan milik sekolah. sedang asyik menyantap cemilan, mereka dikejutkan dengan seorang yang tak mereka kenal menghampiri mereka. "permisi.." "eh? iyaa pak ada apa yaa?" "saya mau tanyaa, kelas 11A dimana ya?" "kelas 11A? itu kelas kita pak, ada perlu apa bapak ke kelas kita?" "ohh,bapak hanya ingin tau tempatnya, karena mulai besok bapak menggantikan Bu Tini untuk mengajar Matematika" Lita dan hery saling berpandangan, mereka sedikit kecewa dengan kehadiran beliau, bagi mereka matematika membosankan!. "oiya kenalkan nama bapak Yudi, Yudi Rehata" "Rehata??" Lita memotong pembicaraan "iyaa, kenapa nak?" "namanya sama kaya dia om Lita Rehataa" "ohh, mungkin itu kebetulan, yasudah bapak kekelas kalian dulu yaa, kalian lanjutin saja mengobrolnya" Liat tersenyum heran dan memandang guru itu sampai hilang dari pandangannya. Hery yang menyadari kebingungan Lita langsung mengagetkannya "woii! kenapa lo jadi bengong Lit?" "haa? hmm, engga ko, ini gue mau bayar dulu, lo mau sekalian gak?" "naah gitu donng, seneng gue kalo tiap hari kaya gini wkwk"

Keesokan Harinya Hujan mengguyur Kota jakarta, Hery yang Biasa menjemput Lita dengan motornya, Hari ini mengurungkan niatnyaa. Mereka lebih Memilih menungggu Angkutan Umum dibanding harus Mandi hujan sampai Sekolah. di Halte ujung jalan rumah Lita mereka menunggu..
"Her ! lo yakin kita gak akan telat? udah jam berapa nih??" Hery yang memeluk tasnya memang sedikit santai "udahlah tenang aja, pasti ada Toleransi ko dari sekolah, yah minimal masuk setengah lebih lamaa(:" Lita sedikit kesal dengan jawaban Hery, setelah 15menit mereka menunggu, sebuah mobil Avanza biru dengan sticker TIME IS MONEY didepannya berhenti didepan Lita. "kalian ngapain disini?" Hery langsung berdiri menghampiri "pak Yudi?? kita lagi nunggu angkutan umum pak" "bareng bapak sajaa, kalau nunggu angkutan bapak tidak jamin kalian sampai disekolah setengah jam. dan kalian gak akan bisa mengikuti pelajaran pertama. "tak berfikir panjang Hery langsung menarik Lita kedalam mobil.

"Makasih Pak atas tumpangannya" Lita yang sedikit basah keluar dari mobil itu dan berlari menuju aula sekolah. "Tunggu Lita,Pelajaran pertama kan pelajaran bapak, jadi kita bisa kekelas bersama" "betul tuh lit, ngapain sih lo buru buru , gurunya aja masih disini, iya gak pak?" hery menyambung obrolan mereka. dan mereka bertiga berjalan menuju kelas 11A.

 "Selamat pagi anak anak" "selamat Pagi paak" sepertinya kelas 11A belum mengenal sosok guru didepan mereka . "eh Lit? itu siapa? ko masuk ke kelas kita? mau abis dia sama bu Tini?" Hana yang duduk disamping Lita melontarkan banyak pertanyaan "tenang aja, bu tini cuti, dia yang akan jadi guru ke dua yang kita bosenin setelah bu tini" "what? mksd lo ini guru penggantinyaa?" 'ehem" pak yudi melirik Lita dan Hana yang sedang berbisik. 'oke anak anak saya akan mulai pelajaran kita hari ini, tapi sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya. Nama sama Yudi Rehata dan kalian bisa panggil saya Pak yudi, selama sebulan saya yang akan menggantikan bu Tini untuk mengajar matrematika di kelas ini" setelah perkenalan pelajaran dimulai dan semua murid terlihat tenang. bertolak belakang dengan mengajaran bu tini yang terlihat tegang-

krrriiiiiiinnnggggg-
Bel yang menandakan pulang berbunyi dan Hujan sudah mereda. "yuk Lit kita pulang" "Guue ada latian padus untuk lomba minggu depan, lo duluan aja her" "yaah gue naek angkutan sendirian dong?" "yaaah gapapa sekali kali, mau gue pinjemin gitar biar lo gratis naik angkotnyaa? "sialan, emang muka gue ada tampang pengamen yaa? calon boyband terkenal nih haha, yaudah hati hati yaa non pulangnyaa, atau mau gue jemput?" "hhmm gausah deeh, pulang sendiri aja" "yaudahh gue pulang yaa chibii, dadababyyy;;))"

Lita bergegas menuju ruang seni musik untuk berlatih paduan suara~


1 jam penuh berlalu, latihan pun usai, Lita yang tampak lesu karena belum sempat sarapan dan melewatkan makan siang langsung berjalan menuju gerbang sekolah, tetapi ketika Lita melewati perpustakaan dia melihat pak Yudi yang senang duduk dipojok ruangan dengan sebuah buku tebal didepannyaa. belum sempat menyapa lita melihat bahwa buku itu adalah buku "BIODATA MURID KELAS 11" dan tepat saat pak yudi melihat Biodatanya "LITA REHATA,PEREMPUAN,LAHIR TANGGAL 5 JULI 1994,NAMA AYAH (-) NAMA IBU = DARA ADINDA'
"pak yudi??" buku tebal itu segera ditutupnyaa "Litaa? ka..kamu belum pulang nak?" dia tampak gugup akan kedatangan Lita" "tadi aku baru selesai berlatih padus pak, kenapa bapak melihat biodata saya?" "ee..ini..bapak" "apa bapak mengenal sayaa?" "mereka berdua terdiam beberapa saat, dan akhirnya pak Yudi mempersilahkan Lita untuk duduk. "ada apa pak?" "bapak ingin kamu tau satu hal, Lita Rehata adalah nama yang bapak berikan untuk anak pertama bapak, dan Dara Adinda adalah istri sah bapak" Lita terdiam dengan wajah yang sangat terkejut, iyaa baru menyadari bahwa Rehata adalah nama keluarganya. "jaa..jadi bapak itu?? "iyaa nak, bapak adalah ayahmu" tak sadar Lita telah meneteskan air mata, Orang yang selama ini dicarinya sudah ada dihadapannyaa. "papaaaah?" pelukan kasih seorang anak tertuang dengan mesranyaa. "aku hanya ingin bertanya satu hal, kenapa papah ninggalin aku dan mamah selama ini?" 


Jalan melati blok A dengan cat berwarna biru langit, Yudi dan Lita berdiri didepan rumah itu. "ayo pah, kita selesaikan semua ini" dengan langkah kecil mereka mengetuk rumah itu. "asalamualaikumm, maah?? aku pulang" "iyaa sebentar,, wa alaikum.....kamu???" tampaknya Dara terkejut akan kehadiran Yudi. "Lita masuk!!! ngapain kamu dengan orang ini" "mah, mah? dengerin papah dulu mahh" "kamu gatau Lita!!" "aku tau!! papah sudah cerita semuanyaa maah" "dengerin aku raa, aku ninggalin kamu untuk mengikuti kemauan mamahku, tetapi disaat aku pulang rumah itu sudah dijual, dan aku tidak tau kamu dimana, aku kehilangan jejak, belasan tahun aku cari kamu ra!!" "lalu perempuan itu?" "akuu menikahinya karena ibu raa, dia sakit leukimia dan umurnya hanya sebentar, aku ingin menjelaskan tetapi kamu langsung pergi dari acara pernikahan itu, 1 bulan kemudian dia meninggal" dan aku langsung cari kamuu!!"

"maafin papah yaa mah?" Dara terdiam, dan pelukan hangat Yudi menenangkan suasana itu.
Akhirnya kehangatan keluarga kecil itu kembali lagi.


Jangan pernah Ragu untuk memberi seseorang kesempatan, Karena kesempatan itu selalu ada untuk orang yang belajar dari kesalahan, jangan memberbesar masalah hanya karena kita tidak mau mendengar sebuah alasan, karena suatu kesalahan tidak lepas dari sebuah menjelasan.
 do not hesitate to explain.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar