Rabu, 19 Agustus 2015

Hidup

Jakarta..

Kota yang selalu menjadi impian masyarakat rantau, dengan segala keberanian, mereka menuju jakarta untuk mencari penghasilan. Berbagai provesi mereka jalani, mulai dari berdagang,buruh,sampai ada pula yang menjadi pengamen jalanan.

Pandangan hidup untuk sebagian org di indonesia, berada atau tinggal dijakarta adalah sesuatu yang mewah, tanpa melihat latar belakang provesi.

Kita hidup dizaman orang yang serba berlebihan namun serba kekurangan, kita hidup dizaman org yang hidup sederhana namun selalu bahagia.

aku seorang pelajar, yang masih berusaha untuk menjadi terpelajar.

Setiap hari aku melewati terminal , banyak sekali cerita yang bisa diangkat dari tempat itu, namun aku tertarik pada satu hal, seseorang yang berprovesi sebagai tukang ojek.

pernah terfikir apa yang dilakukan dari profesi tersebut?
Berlari lari menuju sebuah bus yang masuk ke arah terminal guna mendapatkan penumpang, menunggu ditengah antrian pengojek lain tanpa tau kapan mendapat giliran mengantar penumpang,Menghampiri satu persatu orang, menawarkan jasa tumpangannya meskipum tak selalu dibutuhkan.

Ditengah kemacetan jakarta , provesi tersebut sangat berperan penting dengan alasan lebih cepat untuk menempuh perjalanan. Waktu memang hal terpenting bagi setiap orang

pengorbanan yang tak terlihat namun sangat luar biasa bagiku, tertabrak seorang pengojek yang terburuburu berlari kearah bus untuk menawarkan jasa nya.

aku yakin semua itu dilakukan untuk menghidupkan keluarganya, seorang ayah yang selalu ingin memberikan yang terbaik disetiap perjalanan hidup yang dijalaninnya, dari setiap provesi, pekerjaan, bagaimana pun beratnya, apapun resikonya, ayah tetap menjalaninya


Begitu berartinya uang yang mungkin dianggap sepele untuk seorang pelajar, dan seharusnya meskipun kita tak pernah merasakan beratnya pengorbanan , mungkin kita bisa memulai untuk menghargai pengorbanan itu sendiri.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar