Senin, 03 Agustus 2015

UNKNOWN

Pagi readersss..
Sekarang bukan mau ngepost apa apa,cuma mau curhat.

kemarin, aku diamanahkan untuk mengikuti sebuah ajang seleksi untuk acara tertentu. Tanpa persiapan apapun aku mengikuti seleksi tersebut.

singkat cerita aku lolos dalam seleksi tersebut, tak hanya sampai disini, aku harus mengikuti seleksi lanjut di tingkat DKI.

dengan hanya mengandalkan surat tugas aku menuju tempat dimana selekSi DKI dilaksanakan. Katanya tempat tersebut dekat dengan HI. Lalu tanpa berfikir panjang aku menuju HI , berjalan dengan menggunakan pantopel ditengah banyak orang yg sedang CFD itu bukan hal yang menyenangkan-_-

ternyata, tempat itu jauhhhhh dari bundaran HI, sekitar 1km lebih aku berjalan menggunakan pantopel karena tak ada angkot,bajaj,ataupun gojek,halah-_-

Seleksi dimulai jam 9, dan aku sampai pada tempat tersebut sekitar jam 9.15 , aku segera menghampiri panitia untuk absen, dannn kalian tau readerss, aku tidak diperbolehkan absen dan mengikuti seleksiiiii. Aarrggghhh


panitianya menjelaskan bahwa pada tingkat DKI mereka hanya menerima 2 terbaik dari masing masing wilayah. Karena 2orang temanku dari jakarta utara sudah absen terlebih dahulu, akhirnya aku tidak diperbolehkan untuk absen dan mengikuti seleksi


dengan tegas aku membela diri , tak ada penilaian bahwa aku yg terburuk dari kedua temanku di utara. Hanya karena mereka absen terlebih dahulu mereka bisa mengikuti seleksi

akhirnya, aku menelpon panitia yang menyeleksi ku di jakarta utara, meminta pertanggungjawaban atas apa yg tengah terjadi , ceileh-_-

Namun, panitia tingkat DKI tak merubah keputusannya, ia hanya memberikan aku peluang mengikuti seleksi jika ada siswa dari daerah lain yang mengikuti seleksi tidak hadir dalam seleksi tersebut. Kesell-_-


Berkali kali aku menelpon dan memnita bantuan, setidaknya untuk diberikan kesempatan. Finally aku diberikan peluang karena ada siswa yg tidak hadir. Haftt-___-


sampailah saat performance, aku berada diurutan paling akhir, juri yang menyeleksi adalah org yang sama yang mengekangku untuk tak mengikuti seleksi. Sampailah pada nomor urutku. Aku maju dengan percaya diri.

tapii... ketika aku mulai mengucap salam dan membacakan narasi, juri yg menilaiku keluar dari tempat ia duduk dan berhenti menilai. Aku terus melanjutkan.. dan juri itupun memasuki ruangan dan melihatku ketika aku selesai membacakan narasi tersebut.


Sungguh hal yang menjengkelkan, bukan karena aku tidak dinilai, namun karena sikap beliau yang kurang menghargai seseorang. Dan lucunya, beliau lupa kalau aku pernah menjadi anak didiknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar