Rabu, 19 Agustus 2015

Hidup

Jakarta..

Kota yang selalu menjadi impian masyarakat rantau, dengan segala keberanian, mereka menuju jakarta untuk mencari penghasilan. Berbagai provesi mereka jalani, mulai dari berdagang,buruh,sampai ada pula yang menjadi pengamen jalanan.

Pandangan hidup untuk sebagian org di indonesia, berada atau tinggal dijakarta adalah sesuatu yang mewah, tanpa melihat latar belakang provesi.

Kita hidup dizaman orang yang serba berlebihan namun serba kekurangan, kita hidup dizaman org yang hidup sederhana namun selalu bahagia.

aku seorang pelajar, yang masih berusaha untuk menjadi terpelajar.

Setiap hari aku melewati terminal , banyak sekali cerita yang bisa diangkat dari tempat itu, namun aku tertarik pada satu hal, seseorang yang berprovesi sebagai tukang ojek.

pernah terfikir apa yang dilakukan dari profesi tersebut?
Berlari lari menuju sebuah bus yang masuk ke arah terminal guna mendapatkan penumpang, menunggu ditengah antrian pengojek lain tanpa tau kapan mendapat giliran mengantar penumpang,Menghampiri satu persatu orang, menawarkan jasa tumpangannya meskipum tak selalu dibutuhkan.

Ditengah kemacetan jakarta , provesi tersebut sangat berperan penting dengan alasan lebih cepat untuk menempuh perjalanan. Waktu memang hal terpenting bagi setiap orang

pengorbanan yang tak terlihat namun sangat luar biasa bagiku, tertabrak seorang pengojek yang terburuburu berlari kearah bus untuk menawarkan jasa nya.

aku yakin semua itu dilakukan untuk menghidupkan keluarganya, seorang ayah yang selalu ingin memberikan yang terbaik disetiap perjalanan hidup yang dijalaninnya, dari setiap provesi, pekerjaan, bagaimana pun beratnya, apapun resikonya, ayah tetap menjalaninya


Begitu berartinya uang yang mungkin dianggap sepele untuk seorang pelajar, dan seharusnya meskipun kita tak pernah merasakan beratnya pengorbanan , mungkin kita bisa memulai untuk menghargai pengorbanan itu sendiri.




Senin, 03 Agustus 2015

UNKNOWN

Pagi readersss..
Sekarang bukan mau ngepost apa apa,cuma mau curhat.

kemarin, aku diamanahkan untuk mengikuti sebuah ajang seleksi untuk acara tertentu. Tanpa persiapan apapun aku mengikuti seleksi tersebut.

singkat cerita aku lolos dalam seleksi tersebut, tak hanya sampai disini, aku harus mengikuti seleksi lanjut di tingkat DKI.

dengan hanya mengandalkan surat tugas aku menuju tempat dimana selekSi DKI dilaksanakan. Katanya tempat tersebut dekat dengan HI. Lalu tanpa berfikir panjang aku menuju HI , berjalan dengan menggunakan pantopel ditengah banyak orang yg sedang CFD itu bukan hal yang menyenangkan-_-

ternyata, tempat itu jauhhhhh dari bundaran HI, sekitar 1km lebih aku berjalan menggunakan pantopel karena tak ada angkot,bajaj,ataupun gojek,halah-_-

Seleksi dimulai jam 9, dan aku sampai pada tempat tersebut sekitar jam 9.15 , aku segera menghampiri panitia untuk absen, dannn kalian tau readerss, aku tidak diperbolehkan absen dan mengikuti seleksiiiii. Aarrggghhh


panitianya menjelaskan bahwa pada tingkat DKI mereka hanya menerima 2 terbaik dari masing masing wilayah. Karena 2orang temanku dari jakarta utara sudah absen terlebih dahulu, akhirnya aku tidak diperbolehkan untuk absen dan mengikuti seleksi


dengan tegas aku membela diri , tak ada penilaian bahwa aku yg terburuk dari kedua temanku di utara. Hanya karena mereka absen terlebih dahulu mereka bisa mengikuti seleksi

akhirnya, aku menelpon panitia yang menyeleksi ku di jakarta utara, meminta pertanggungjawaban atas apa yg tengah terjadi , ceileh-_-

Namun, panitia tingkat DKI tak merubah keputusannya, ia hanya memberikan aku peluang mengikuti seleksi jika ada siswa dari daerah lain yang mengikuti seleksi tidak hadir dalam seleksi tersebut. Kesell-_-


Berkali kali aku menelpon dan memnita bantuan, setidaknya untuk diberikan kesempatan. Finally aku diberikan peluang karena ada siswa yg tidak hadir. Haftt-___-


sampailah saat performance, aku berada diurutan paling akhir, juri yang menyeleksi adalah org yang sama yang mengekangku untuk tak mengikuti seleksi. Sampailah pada nomor urutku. Aku maju dengan percaya diri.

tapii... ketika aku mulai mengucap salam dan membacakan narasi, juri yg menilaiku keluar dari tempat ia duduk dan berhenti menilai. Aku terus melanjutkan.. dan juri itupun memasuki ruangan dan melihatku ketika aku selesai membacakan narasi tersebut.


Sungguh hal yang menjengkelkan, bukan karena aku tidak dinilai, namun karena sikap beliau yang kurang menghargai seseorang. Dan lucunya, beliau lupa kalau aku pernah menjadi anak didiknya.


Minggu, 05 Juli 2015

MyBirthday

Inna Sholati wa nusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil alamin.
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku , hidupku, dan matiku hanyalah karena Allah SWT , tuhan semesta alam."

Tak henti aku mengucap rasa syukur kepada-Mu ya Allah,yang telah memberikan ku umur sampai hari ini, memberikan nikmat yang tiada henti.

Indahnya ramadhan Engkau lipat gandakan dengan datangnya hari kelahiranku. Sungguh aku orang yang sangat beruntung, yang bisa bertambah usia saat bulan yang penuh suci.

Aku sadar dengan bertambahnya umurku, artinya mengurangi jatah kehidupanku. Aku tidak meminta agar panjangkan lah umurku, tetapi aku memohon pada-Mu, berkahi sisa usiaku, dan matikan aku jika aku sudah pantas menjadi seorang muslimah dijalanmu.

Terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan orang orang hebat dikehidupanku. Orang orang yang mencintaiku dan selalu mengajakku untuk tak henti mencintai-Mu.

Aku memohon padamu lindungilah orang orang yang berada disekitarku, hindari apa yang tak seharusnya mereka miliki. Dan dekatkanlah mereka pada hal yang baik.

Ya Allah, sungguh engkau menciptakan manusia dengan sangat sempurna, namun aku membuat diriku tidak pantas untuk berada dengannya.

Aku berharap, engkau takkan menjauhkan aku darinya, meskipun tanpa memilikinya. Dekatkanlah wanita yang pantas menjadi pendampingnya, dan jaga hatinya agar selalu merasakan kedamaian.

Sungguh aku tak ingin menyakiti nya, namun segala perbatasan ada diantara kami. bukan aku meragukan Takdir-Mu ya Allah, namun inilah kekuranganku yang takpernah bisa membuat dirinya tersenyum.

Melihat dirinya hadir dalam hidupku, aku sangat berterimakasih atas Engkau yang telah mendekatkannya pada hidupku.
Namun, pribadiku tak dapat diterimanya. Sifatku tak dapat dimakluminya.

Seolah ingin selalu berjalan sebagaimana mestinya. Tak sanggup jika terus berjalan seperti ini. Aku mohon, maafkan aku jika aku menjadi benalu bagi hidupnya. Jaga dia untukku ya Allah, berilah yang terbaik untuk kehidupannya. Aminn


Selasa, 02 Juni 2015

Berceritalah dalam doa

Keluarga adalah aset yang sangat berharga bagi semua orang. Rumah adalah istana yang paling indah bagi setiap insan. Orang tua adalah malaikat yang allah ciptakan untuk menemani kita dalam pahitnya dunia

Semua orang selalu berharap mempunyai keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

bersyukurlah kamu atas apa yang kamu miliki dalam keluargamu. Tak ada satupun harta didunia yang mampu menggantikan keluargamu.

berjuanglah mempertahankan keluargamu meskipun tak ada lagi manis yang mengisi kehidupan rumahmu

Percayalah, akan ada saatnya kebahagiaan hadir saat kita telah mengatasi pahitnya berjuang.

Mungkin kebahagiaan dalam keluarga tidak sepenuhnya dilihat dari materi. Banyak org yang iri melihat anak yang tertawa karena candaan ayahnya. Atau anak yang iri melihat keharmonisan ayah ibunya.

Berbahagialah kamu jika itu adalah cerminan dari keluargamu.

Karena mungkin diluar sana banyak anak yang dihidupi hanya dengan materi. Banyak anak yang merindukan kebahagiaan dirumah dan lebih mencari kesibukan didunia luar. Banyak anak yang tersenyum diluar namun menangis saat melihat teman2nya tersenyum dengan keluarga kecilnya.

jika itu adalah cerminan keluargamu . Tersenyumlah! Setidaknya untuk org org yang menyayangimu.
jangan pernah mengeluh dan menangis. Karena diluar sana masih banyak org yang mempunyai masalah yg lebih berat

Berdoalah untuk ayah ibumu. Karena allah tau apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan.

seorang anak hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya. Meskipun banyak hal yang ditutupi demi kebaikan keluarga. mendengarkan kedua sisi yang memenangkan argumen masing masing.

membela kedua sisi memang hal yang tidak bijak. Namun menjadi keharusan jika ingin menyatukan sisinya.

Mendengarkan semua argumen dan menyimpulkannya. Siapa yang harus seorang anak bela ?
tidak ada. Karena tidak lah membutuhkan suatu pembelaan. Namun sebuah persatuan

Selalu tersenyum! pegang tangan ayahmu! Pegang tangan ibumu! Percayalah. sudah menjadi kewajiban sang anak menyatukan semua sisinyaa.

Sabtu, 30 Mei 2015

SIRNA

Hai,terimakasih udah mau mampir ke blog aku yang ngebosenin ini. Kali ini mau nulis cerpen kehidupan lagi. Jangan bosen bacanya yaaa ;)) ceritanya sedikit singkat cenderung panjang *lohaha. cusssss!


   Ditengah kebisingan kota dengan putih abu-abu serta coretan warna di bajunya, seorang gadis berlari menuju sebuah gubuk kecil yang berada di Timur Ibukota. Dengan nafas tersegal gadis itu mencoba tenang dan mengetuk sebuah pintu rumah "assalamualaikum,bu Aku pulang" teriak gadis itu. Tak lama seorang ibu renta keluar dari balik pintu "waalaikumsa.." "bu,aku lulus bu! Dan aku mendapat nilai terbaik di sekolah. Ini semua berkat doa dari ibu." Belum sempat selesai menjawab salam gadis yang akrab dipanggil nana memborong cerita yang dibawanya. "Alhamdulillah nak,ibu bangga kamu lulus dan dapat nilai terbaik" ucap Sumi. tak disengaja air mata Sumi keluar karena mendengar perkataan anakknya.

Terlahir dari kelurga diperekonomian rendah Sumi dan Sirna berjuang untuk menyambung hidup di Timur Ibukota. "Bu, sekarang saatnya aku membahagiakan ibu,izinkan aku untuk merantau ke negeri sebrang, aku janji aku akan mengubah nasib keluarga kita. " sirna menggenggam tangan Sumi dan menatapnya dengan penuh pengharapan . "Ke negeri sebrang?" Tatapan Sumi yang semuka lembut kini berubah tajam ketika mendengar perkataan itu. Tangan yang semula berada digenggaman anaknya kini terlepas,Air mata yang semula menjadi cermin kebahagiaan kini seolah menjadi tanda kekecewaan. 
"Ibu tidak akan mengizinkan kamu pergi ke negeri sebrang! Biar kita hidup paspasan asal kamu tetap disini bersama ibu,biar saja ibu yang berjuang." Sumi memang sangat mengikat anaknya,kemanapun Sirna pergi Sumi selalu mendampingi. Sirna adalah anak satusatunya setelah Tiur sang kaka meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan,Joko sang ayah pun telah lama meninggal karena sakit. Namun Sirna adalah gadis yang kuat dan berani,ia akan lakukan apapun ketika ia yakin atas apa yang ia lakukan. "Tidak bu,aku tidak mau begini dan terus seperti ini! Aku igin membahagiakan ibu, aku akan pergi dan berjuang disana untuk ibu" "Sirna! Ibu bilang ibu tidak mengizinkan kamu pergi!' belum selesai Sumi berbicara Sirna telah hilang dibalik pinti kamarnya.


Kicauan burung seolah membangunkan Sirna dari tidurnya. Dengan mata lebam ia beranjak dan menuju kamar mandi. Pukul 5 pagi dengan menggendong ranselnya, ia berdiri menatap rumah dengan pagar bambu di depannya. Ia berjalan menjauhi rumah itu dan sesekali menengok kearah jendela kamar Sumi.


"Sirna? Mau kemana pagi pagi sudah rapi?" Seorang gadis beralis tebal menghampiri Sirna dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. "Rin? Tawaranmu aku terima,aku ikut ke Malaysia" dengan mempertahankan ransel di punggungnya Sirna masuk ke dalan rumah Karin teman SMAnya. "oke setelah surat surat sudah lengkap kita berangkat ke Malaysia. Tapi kamu siap jd TKW ? Bagaimana dengan ibumu? Apa kamu siap melihat ibumu menjual soto sendirian?" "Aku akan terus berusaha mencari kabar ibu,aku berjuang demi ibu" senyuman kecil dicurahkan Karin seraya mengusap bahunya.


"Toktok.. na? Bangun sudah adzan subuh,kita shalat subuh berjamaah" Sumi mengetuk pintu kamar Sirna. "nak,cepatlah! Ini sudah siang tidak baik menunda waktu shalat" karena tidak ada jawaban sumi memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Sirna. Betapa terkejutnya Sumi setelah ia tau Sirna tidak ada di kamarnya. "Sirna? Kamu dimana? Sumi menengok kanan dan kiri sudut kamar namun tak ada sedikitpun bayangan anaknya. Sampai ia berdiri pada sebuah meja belajar dengan menatap kertas  didepannya. Perlahan ia mengambil kertas itu dan membukanya dengan cemas.

Assalamualaikum, bu maafkan aku, aku telah memutuskan untuk berangkat ke Malaysia hari ini. Aku yakin aku bisa sukses di sana. Jaga diri ibu baik-baik dan doakan aku di sini. Aku berjuang untuk ibu. Salam anakmu
Sirna Aryanti 

Seketika jantungnya berdebar,sekujur tubuhnya lemas dan air matanya tak bisa dibendung, Sumi terperosot dan memeluk surat itu.

*Duaharikemudian*
Vissa passport dan semua surat lain sudah lengkap. Siang ini kita terbang ke Malaysia. Sirna terdiam dan menatap kosong,pikirannya kacau,hatinya menangis seakan tak tau apa yang ia lakukan. "Na?,Sirna? Sirnaa?" "Eh,iya rin?" "kamu kenapa? Belum siap pergi ke Malaysia?" Karin yang melihat lamunannya, ikut duduk seraya memberikan segelas air untuk Sirna. "Aku siap rin, ini keputusanku" Sirna tersenyum kecil.


2 Februari 2015 Sirna telah menginjak tanah Kuala Lumpur. Masih ditemani ransel nya ia berjalan menghampiri seorang ibu muda dengan kipas silvernya.
"Assalamualaikum makci saya Sirna TKW asal Indonesia , saya ditugaskan ikut makci bekerja . "Waalaikumsalam,oh Sirna, tidak paya memakai bahasa Malaysia,saya pun asli Indonesia,panggil saja saya Bu Clara" "syukurlah kalau begitu,saya juga kurang lancar berbicara bahasa Malaysia,terima kasih Bu Clara"

Dengan mobilnya Bu Clara, Sirna pergi meninggalkan bandara. Tekadnya untuk sukses semakin besar karena sudah menginjak tanah Melayu,gadis ini yakin kesuksesannya dapat diraih dengan kerja keras . Tujuannya hanya satu,kebahagiaan ibunya.


Satu bulan penuh Sirna bekerja dengan Bu Clara. Dengan upah berlipat lipat dibandingkan upah asisten rumah tangga pada umumnya memberikan sedikit harapan Sirna untuk tetap berada di sini. "Sirna? Ini gajimu bulan ini" "terima kasih bu" Sirna tersenyum sambil menatap amplop ditangannya. Ini pertama kalinya ia mendapatkan uang dari hasil kerja kerasnya .


*indonesia
"Dengan ibu Sumi?, ada kiriman untuk ibu" Sumi yang sedang membersihkan gerobak sotonya tibatiba dikejutkan oleh kehadiran seorang kurir" "iya pak,saya Sumi,oh yaa. Terima kasih pak" Sumi terdiam nelihat sebuah amplop didepannya,perasaannya kacau,hatinya gelisahseakan tak mau melihat apa yang terjadi didepannya. Akhirnya Sumi memberanikan diri untuk membuka amplop itu, betapa kagetnya Sumi setelah ia tau bahwa isi amplop itu adalah uang sebesar 4juta rupiah dengan kertas kecil yang mendampinginya.

Assalamualaikum, apa kabar bu? Semoga ibu baik baik saja di sana. Aku di sini selalu mendoakan ibu, aku rindu ibu. Ini sedikit uang untuk ibu,aku harap ibu menerimanya. Salam anakmu
Sirna Aryanti


Di sebuah kamar kecil dengan kipas angin dan kasur seadanya, Sirna berbaring dengan lamunannya. Tibatiba "tok..tokk" "Sirna?" "iya bu?" Bu Clara mengampiri Sirna. "Ada apa Bu Clara?" "Sirna tolong kamu buatkan makanan yang enak,saya akan kedatangan banyak tamu siang ini" "baik bu" ucap Sirna.


Tak berfikir panjang Sirna bergegas menuju dapur dan mencari bahan makanan. Teringat akan ibunya di Indonesia ia memutuskan untuk memasak soto betawi yang diajarkan ibunya untuk acara kali ini.
2jam berada didapur akhirnya soto betawi telah berada di meja makan rumah Bu Clara,tamu yang sudah memadati rumahnya terlihat heran melihat makanan yang dibuat oleh Sirna. Satu demi satu para tamu mencicipi soto buatan Sirma, dan tak disangka soto buatan Sirna habis kurang dari 15menit. "Sirna? Ini sedap sekali, lama saya tak makan masakan indonesia" ucap bu Clara


Dua hari kemudian, Bu Clara mengahmpiri Sirna yang tengah membereskan dapur. "Sirna, teman saya yang kemarin hadir di acara saya,memesan soto yang kamu buat untuk acaranya. Dia sangat terkesan dengan soto buatan mu." "Beneran bu Clara ?" "Saya berkata benar, cepat lah kamu buatkan soto untuknya, dia berani bayar mahal untuk masakanmu. Lumayan untuk tambah tabungan mu"

Tak tunggu lama sirna segera menuju dapur untuk membuat pesanan soto betawi itu.

Seminggu kemudian, tak disangka pesanan soto semakin melimpah. Penghasilan Sirna mulai bertambah. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk membuka rumah makan di Kuala Lumpur dengan dukungan Bu Clara. Seluruh tabungannya ia gunakan, tekad dan keyakinannya menjadikan Semangat untuk merubah hidupnya.
Dua Bulan kemudian Sirna berkunjung ke Indonesia.
Tepat didepan pagar ia menatap tajam sebuah jendela kamar yang usang. Dan menghampiri pintu dengan tubuh gemetar.
"Tok..tok.. assalamualaikum" "waalaikumsalam..sebentar" terdengar jawaban Sumi.
Pinti terbuka perlahan. Betapa kagetnya Sumi melihat anak tercintanya kembali . Tetesan air mata mulai tak terbendung, pelukan rindu diberikan Sumi untuk putri tercintanya "maafkan aku bu, aku telah meninggalkan ibu , aku sangat egois hanya mementingkan egoku sendiri" Sumi hanya bisa menangis tanpa bis berkata apapun .

Keesokan harinya , Sirna membangunkan Sumi . "Bu, bangun bu. Aku ingin mengajak ibu jalan jalan. Sudah lama aku tidak mengajak ibu pergi keluar. "Mau kemana na? "Sudah , ibu siapkan beberapa baju, aku tunggu didepan"

Akhirnya mereka pergi dengan keceriaan. Rindu masih sangat terlihat di wajah Sumi.

*Malaysia
"na? Kita mau apa di sini? Kamu mau kembali bekerja disini? Sudahlah na. Kamu bekerja di negara kita saja. Ibu tidak ingin kamu jauh dari ibu" "tidak bu, sirna hanya ingin mengajak ibu jalan jalan disini, kita makan dulu yu bu, pasti ibu lapar setelah perjalanan menuju malaysia.

Akhirnya, mereka menuju rumah makan.
INDONESIA FOOD RESTO Sumi yang sedikit canggung duduk dan memesan sebuah makanan khas jakarta. "Hm Na ? Pasti makanan disini mahal, kita makan ditempat lain saja, gaji mu biar disimpan dan ditabung saja" "tidak bu, ibu pesan saja apa yang ibu mau , makan disini gratis kok bu." Loh? Ko gratis? Memang kenapa na? " karena Indonesia food resto adalah restoran yang aku dirikan dua bulan yang lalu. Ini hadiah untuk ibu, dan ini sebagai permintaan maaf aku. Karena aku telah meninggalkan ibu berjualan sendirian di Indonesia. Mulai sekarang, restoran ini milik ibu..







Kamis, 28 Mei 2015

Entah..

perasaan memang sulit dimengerti. Meskipun selalu bisa aku rasakan,namun sulit untuk aku kendalikan.

Terkadang, aku merasa senang akan suatu hal,namun disaat yang sama aku bisa merasakan hal sebaliknya.

Bukan karena kebimbangan seorang remaja, tapi karena pertimbangan sebuah perasaan.

Terkadang, ketika seseorang tertawa. Aku hanya bisa menatap wajahnya. Bukan karena aku tidak tertarik dengan obrolannya, namun karena aku mempertimbangkan keadaan itu dengan keadaan yang seharusnya.

Mungkin ketika aku berpijak  pada sebuah tempat yang diinginkan bagi setiap orang, aku hanya merasa kenyamanan itu bukan untuk diriku. 

apa yang ia yakinkan, tak pernah aku anggap sebagai keyakinan. Namun sebagai bukti ketidak mampuan. Itu kesalahanku

aku berjalan diduniaku.
tanpa merubah satu pun tujuanku.

Namun yang aku tau, aku lebih baik Ketika kehadirannya.Tapi, aku memperburuk perjalanannya.

Aku takut keputusan yang terlihat baik baginya, perlahan akan terllihat menjadi sebuah keegoisan. Karena keputusan itu tidak hanya dipakai untuk sehari , namun untuk seterusnyaa..

perbedaan kami, ketika ia memutuskan atas dasar apa yang ia rasakan saat ini. sedangkan aku yang selalu mempertimbangkan perasaanku dengan jalan dan kehidupannya

Berperan sebagai apapun dia tetap menjadi yang terbaik. Dalam segala hal dan segala tindakan.


Melihat semua yang telah hadir didunianya membuat aku memikirkan banyak pertimbangan. Aku memilih untuk melewati jalan yang memang seharusnya aku lewati. meskipun ia selalu meyakini sebuah jalan yang memiliki tujuan yang lebih baik.

bohong jika aku tak menyukai jalan itu. Ya! Aku menyukainya. tapi aku tak bisa menembus jalan itu. Aku sudah berada dijalan itu. Namun entahh. Aku tak dapat melangkah.

Mungkin hanya orang yang tepat yang dapat melewati jalan itu.
Setiap hari berganti akan selalu menjadi hari yang lebih baik dari sebelumnya.

begitupun dengan pencariannya.
Belajar menjadi yang lebih baik memang sudah menjadi tugasku.
Namun, mencari yang terbaik menjadi kewajibanmu..

Membuat keputusan terkadang tidak hanya melihat apa yang kita rasakan. Namun melihat pula apa yang seharusnya kita kerjakan.

Selasa, 05 Mei 2015

Cinta Dan Tanggung Jawab

seseorang melakukan tiga kesalahan. pertama,ketika mencintai,kedua ketik. dicintai, dan ketiga ketika tak bisa mempertanggung jawabkan semuanya. Ketika seseorang merasa dicintai, tak luput dari adanya pembuktian . Ketika seseorang disayangi tak jauh dari adanya perbuatan,ketika seseorang merasa ingin memiliki tak luput dari sebuah tindakan. 

Namun,pembuktian perbuatan dan tindakan itu tak pernah ada saat mencintai. Wajar ketika seseorang merasa dirinya tak sepenting yang dibicarakan. Karena semua orang bisa berbicara,namun tak semua orang dapat membuktikannya.

Harus apa dan bagaimana ?
Ketika seseorang menggantungkan pengharapannya untuk sebuah pembuktian agar bertahannya suatu hubungan. Ketika seseorang berusaha untuk meyakinkan "kamu bisa" dan "kamu mampu" melakukannya.


Hanya ada dua kemungkinan.
Pertama,seseorang akan mencari cara agar semua dapat terwujud.
Kedua,seseorang akan melepaskannya agar ia mendapatkan yang lebih baik.

Harus apa dan bagaimana?
Ketika seseorang tak benar benar yakin kalau ia dicintai?

Hanya ada dua tindakan.
Meyakinkan dan membuktikan
Atau menyudahi karena sebuah pertimbangan.