Hai,terimakasih udah mau mampir ke blog aku yang ngebosenin ini. Kali ini mau nulis cerpen kehidupan lagi. Jangan bosen bacanya yaaa ;)) ceritanya sedikit singkat cenderung panjang *lohaha. cusssss!
Ditengah kebisingan kota dengan putih abu-abu serta coretan warna di bajunya, seorang gadis berlari menuju sebuah gubuk kecil yang berada di Timur Ibukota. Dengan nafas tersegal gadis itu mencoba tenang dan mengetuk sebuah pintu rumah "assalamualaikum,bu Aku pulang" teriak gadis itu. Tak lama seorang ibu renta keluar dari balik pintu "waalaikumsa.." "bu,aku lulus bu! Dan aku mendapat nilai terbaik di sekolah. Ini semua berkat doa dari ibu." Belum sempat selesai menjawab salam gadis yang akrab dipanggil nana memborong cerita yang dibawanya. "Alhamdulillah nak,ibu bangga kamu lulus dan dapat nilai terbaik" ucap Sumi. tak disengaja air mata Sumi keluar karena mendengar perkataan anakknya.
Terlahir dari kelurga diperekonomian rendah Sumi dan Sirna berjuang untuk menyambung hidup di Timur Ibukota. "Bu, sekarang saatnya aku membahagiakan ibu,izinkan aku untuk merantau ke negeri sebrang, aku janji aku akan mengubah nasib keluarga kita. " sirna menggenggam tangan Sumi dan menatapnya dengan penuh pengharapan . "Ke negeri sebrang?" Tatapan Sumi yang semuka lembut kini berubah tajam ketika mendengar perkataan itu. Tangan yang semula berada digenggaman anaknya kini terlepas,Air mata yang semula menjadi cermin kebahagiaan kini seolah menjadi tanda kekecewaan.
"Ibu tidak akan mengizinkan kamu pergi ke negeri sebrang! Biar kita hidup paspasan asal kamu tetap disini bersama ibu,biar saja ibu yang berjuang." Sumi memang sangat mengikat anaknya,kemanapun Sirna pergi Sumi selalu mendampingi. Sirna adalah anak satusatunya setelah Tiur sang kaka meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan,Joko sang ayah pun telah lama meninggal karena sakit. Namun Sirna adalah gadis yang kuat dan berani,ia akan lakukan apapun ketika ia yakin atas apa yang ia lakukan. "Tidak bu,aku tidak mau begini dan terus seperti ini! Aku igin membahagiakan ibu, aku akan pergi dan berjuang disana untuk ibu" "Sirna! Ibu bilang ibu tidak mengizinkan kamu pergi!' belum selesai Sumi berbicara Sirna telah hilang dibalik pinti kamarnya.
Kicauan burung seolah membangunkan Sirna dari tidurnya. Dengan mata lebam ia beranjak dan menuju kamar mandi. Pukul 5 pagi dengan menggendong ranselnya, ia berdiri menatap rumah dengan pagar bambu di depannya. Ia berjalan menjauhi rumah itu dan sesekali menengok kearah jendela kamar Sumi.
"Sirna? Mau kemana pagi pagi sudah rapi?" Seorang gadis beralis tebal menghampiri Sirna dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. "Rin? Tawaranmu aku terima,aku ikut ke Malaysia" dengan mempertahankan ransel di punggungnya Sirna masuk ke dalan rumah Karin teman SMAnya. "oke setelah surat surat sudah lengkap kita berangkat ke Malaysia. Tapi kamu siap jd TKW ? Bagaimana dengan ibumu? Apa kamu siap melihat ibumu menjual soto sendirian?" "Aku akan terus berusaha mencari kabar ibu,aku berjuang demi ibu" senyuman kecil dicurahkan Karin seraya mengusap bahunya.
"Toktok.. na? Bangun sudah adzan subuh,kita shalat subuh berjamaah" Sumi mengetuk pintu kamar Sirna. "nak,cepatlah! Ini sudah siang tidak baik menunda waktu shalat" karena tidak ada jawaban sumi memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Sirna. Betapa terkejutnya Sumi setelah ia tau Sirna tidak ada di kamarnya. "Sirna? Kamu dimana? Sumi menengok kanan dan kiri sudut kamar namun tak ada sedikitpun bayangan anaknya. Sampai ia berdiri pada sebuah meja belajar dengan menatap kertas didepannya. Perlahan ia mengambil kertas itu dan membukanya dengan cemas.
Assalamualaikum, bu maafkan aku, aku telah memutuskan untuk berangkat ke Malaysia hari ini. Aku yakin aku bisa sukses di sana. Jaga diri ibu baik-baik dan doakan aku di sini. Aku berjuang untuk ibu. Salam anakmu
Sirna Aryanti
Seketika jantungnya berdebar,sekujur tubuhnya lemas dan air matanya tak bisa dibendung, Sumi terperosot dan memeluk surat itu.
*Duaharikemudian*
Vissa passport dan semua surat lain sudah lengkap. Siang ini kita terbang ke Malaysia. Sirna terdiam dan menatap kosong,pikirannya kacau,hatinya menangis seakan tak tau apa yang ia lakukan. "Na?,Sirna? Sirnaa?" "Eh,iya rin?" "kamu kenapa? Belum siap pergi ke Malaysia?" Karin yang melihat lamunannya, ikut duduk seraya memberikan segelas air untuk Sirna. "Aku siap rin, ini keputusanku" Sirna tersenyum kecil.
2 Februari 2015 Sirna telah menginjak tanah Kuala Lumpur. Masih ditemani ransel nya ia berjalan menghampiri seorang ibu muda dengan kipas silvernya.
"Assalamualaikum makci saya Sirna TKW asal Indonesia , saya ditugaskan ikut makci bekerja . "Waalaikumsalam,oh Sirna, tidak paya memakai bahasa Malaysia,saya pun asli Indonesia,panggil saja saya Bu Clara" "syukurlah kalau begitu,saya juga kurang lancar berbicara bahasa Malaysia,terima kasih Bu Clara"
Dengan mobilnya Bu Clara, Sirna pergi meninggalkan bandara. Tekadnya untuk sukses semakin besar karena sudah menginjak tanah Melayu,gadis ini yakin kesuksesannya dapat diraih dengan kerja keras . Tujuannya hanya satu,kebahagiaan ibunya.
Satu bulan penuh Sirna bekerja dengan Bu Clara. Dengan upah berlipat lipat dibandingkan upah asisten rumah tangga pada umumnya memberikan sedikit harapan Sirna untuk tetap berada di sini. "Sirna? Ini gajimu bulan ini" "terima kasih bu" Sirna tersenyum sambil menatap amplop ditangannya. Ini pertama kalinya ia mendapatkan uang dari hasil kerja kerasnya .
*indonesia
"Dengan ibu Sumi?, ada kiriman untuk ibu" Sumi yang sedang membersihkan gerobak sotonya tibatiba dikejutkan oleh kehadiran seorang kurir" "iya pak,saya Sumi,oh yaa. Terima kasih pak" Sumi terdiam nelihat sebuah amplop didepannya,perasaannya kacau,hatinya gelisahseakan tak mau melihat apa yang terjadi didepannya. Akhirnya Sumi memberanikan diri untuk membuka amplop itu, betapa kagetnya Sumi setelah ia tau bahwa isi amplop itu adalah uang sebesar 4juta rupiah dengan kertas kecil yang mendampinginya.
Assalamualaikum, apa kabar bu? Semoga ibu baik baik saja di sana. Aku di sini selalu mendoakan ibu, aku rindu ibu. Ini sedikit uang untuk ibu,aku harap ibu menerimanya. Salam anakmu
Sirna Aryanti
Di sebuah kamar kecil dengan kipas angin dan kasur seadanya, Sirna berbaring dengan lamunannya. Tibatiba "tok..tokk" "Sirna?" "iya bu?" Bu Clara mengampiri Sirna. "Ada apa Bu Clara?" "Sirna tolong kamu buatkan makanan yang enak,saya akan kedatangan banyak tamu siang ini" "baik bu" ucap Sirna.
Tak berfikir panjang Sirna bergegas menuju dapur dan mencari bahan makanan. Teringat akan ibunya di Indonesia ia memutuskan untuk memasak soto betawi yang diajarkan ibunya untuk acara kali ini.
2jam berada didapur akhirnya soto betawi telah berada di meja makan rumah Bu Clara,tamu yang sudah memadati rumahnya terlihat heran melihat makanan yang dibuat oleh Sirna. Satu demi satu para tamu mencicipi soto buatan Sirma, dan tak disangka soto buatan Sirna habis kurang dari 15menit. "Sirna? Ini sedap sekali, lama saya tak makan masakan indonesia" ucap bu Clara
Dua hari kemudian, Bu Clara mengahmpiri Sirna yang tengah membereskan dapur. "Sirna, teman saya yang kemarin hadir di acara saya,memesan soto yang kamu buat untuk acaranya. Dia sangat terkesan dengan soto buatan mu." "Beneran bu Clara ?" "Saya berkata benar, cepat lah kamu buatkan soto untuknya, dia berani bayar mahal untuk masakanmu. Lumayan untuk tambah tabungan mu"
Tak tunggu lama sirna segera menuju dapur untuk membuat pesanan soto betawi itu.
Seminggu kemudian, tak disangka pesanan soto semakin melimpah. Penghasilan Sirna mulai bertambah. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk membuka rumah makan di Kuala Lumpur dengan dukungan Bu Clara. Seluruh tabungannya ia gunakan, tekad dan keyakinannya menjadikan Semangat untuk merubah hidupnya.
Dua Bulan kemudian Sirna berkunjung ke Indonesia.
Tepat didepan pagar ia menatap tajam sebuah jendela kamar yang usang. Dan menghampiri pintu dengan tubuh gemetar.
"Tok..tok.. assalamualaikum" "waalaikumsalam..sebentar" terdengar jawaban Sumi.
Pinti terbuka perlahan. Betapa kagetnya Sumi melihat anak tercintanya kembali . Tetesan air mata mulai tak terbendung, pelukan rindu diberikan Sumi untuk putri tercintanya "maafkan aku bu, aku telah meninggalkan ibu , aku sangat egois hanya mementingkan egoku sendiri" Sumi hanya bisa menangis tanpa bis berkata apapun .
Keesokan harinya , Sirna membangunkan Sumi . "Bu, bangun bu. Aku ingin mengajak ibu jalan jalan. Sudah lama aku tidak mengajak ibu pergi keluar. "Mau kemana na? "Sudah , ibu siapkan beberapa baju, aku tunggu didepan"
Akhirnya mereka pergi dengan keceriaan. Rindu masih sangat terlihat di wajah Sumi.
*Malaysia
"na? Kita mau apa di sini? Kamu mau kembali bekerja disini? Sudahlah na. Kamu bekerja di negara kita saja. Ibu tidak ingin kamu jauh dari ibu" "tidak bu, sirna hanya ingin mengajak ibu jalan jalan disini, kita makan dulu yu bu, pasti ibu lapar setelah perjalanan menuju malaysia.
Akhirnya, mereka menuju rumah makan.
INDONESIA FOOD RESTO Sumi yang sedikit canggung duduk dan memesan sebuah makanan khas jakarta. "Hm Na ? Pasti makanan disini mahal, kita makan ditempat lain saja, gaji mu biar disimpan dan ditabung saja" "tidak bu, ibu pesan saja apa yang ibu mau , makan disini gratis kok bu." Loh? Ko gratis? Memang kenapa na? " karena Indonesia food resto adalah restoran yang aku dirikan dua bulan yang lalu. Ini hadiah untuk ibu, dan ini sebagai permintaan maaf aku. Karena aku telah meninggalkan ibu berjualan sendirian di Indonesia. Mulai sekarang, restoran ini milik ibu..